KEGIATAN PENDAMPINGAN UMKM KELOMPOK TANI KELOR - SEJAHTERA BERSAMA - PUI POLTEKKES KEMENKES KUPANG

SHARE

Provinsi NTT merupakan daerah tropis yang intensitas curah hujannya rendah oleh karena itu perlu dikembangkan tanaman tropis yang berguna untuk Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu Program unggulan pemerintah Provinsi NTT adalah Revolusi Hijau yaitu penanaman 1 juta Pohon kelor. Kelor di tetapkan WHO dan dikenal dunia sebagai pohon ajaib ini dapat memberi manfaat yang besar bagi bidang kesehatan dan bidang ekonomi.

                                                    

Untuk mendukung dan menyukseskan program pemerintah ini maka perlu dilakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat agar masyarakat bisa termotifasi untuk penanaman tanaman kelor. Salah satu cara memotifasi masyarakat dengan mengembangkan kebun percontohan. Kelompok tani Sejahtera Bersama telah merespon program pemerintah dengan membuka lahan untuk budidaya kelor sampai dengan menghasilkan produk seperti bubuk kelor, teh kelor dan kopi kelor. Namun usaha tersebut mengalami banyak kendala di lapangan sampai dengan proses pengepakan serta uji standar mutu Produk yang dihasilkan.

                                                      

Poltekkes Kemenkes Kupang sebagai salah satu Institusi Pendidikan Tinggi di bawah naungan Kementerian Kesehatan juga memiliki suatu Pusat Unggulan IPTEKS. Tema yang diusung oleh Poltekkes Kemenkes Kupang adalah Pengendalian Penyakit Tropis Berbasis Kepulauan. Hal ini tidak lepas dari kondisi geografis NTT sebagai propinsi kepulauan.  Dengan kondisi geografis dan iklimnya tropis, Oleh karena itu PUI – PK Kupang perlu untuk melakukan pendampingan dan pelatihan bagi petani kelor dalam mengembangkan jenis produk lainnya sehingga mampu menjaga kualitas dan mutu produk kelor dan melakukan komersialisasi hasil produk tersebut

Tujuan dari kegiatan ini adalah:

  1. Memberikan informasi kepada peserta kegiatan terkaitan pengelolaan pangan yang higienes;
  2. Memberikan pelatihan pengembangan berbagai jenis produk pangan berbahan dasar kelor seperti nugget kelor, bakso kelor dan kerupuk kelor.

Manfaat yang didapatkan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kolaborasi dan Kerjasama antara Kelompok Tani, Masyarakat Semau dan Pusat Unggulan IPTEKS Poltekkes Kemenkes Kupang dalam mengembangkan berbagai jenis produk pangan berbahan dasar kelor dengan tetap menjaga mutu dari hasil produk pangan.

                                                     

Peserta kegiatan ini adalah Tim PUI PK Kupang dan Kelompok Tani Kelor “Sejahtera Bersama” serta industry pangan rumah tangga (IPRT) Kelor Semau serta warga Desa Otan Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Waktu pelaksanaan tanggal 03 Juli – 04 Juli 2021 di Desa Otan Kecamatan Semau Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan diawali dengan mendengarkan informasi dari Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Poltekkes Kemenkes Kupang terkait dengan Pusat Unggulan IPTEK (PUI). Selanjutnya dilakukan presentasi atau penyajian tentang pengelolaan pangan yang sehat dan higienes dari Dinas Kesehatan dan dilanjutkan dengan penyajian materi tentang berbagai produk olahan pangan berbahan dasar kelor. Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi membuat produk olahan pangan seperti nugget kelor, bakso kelor dan kerupuk kelor oleh Tim PUI PK Kupang Poltekkes Kemenkes Kupang.

Saat pelaksanaan kegiatan oleh PUI Poltekkes Kemenkes Kupang, ada beberapa pencapaian dan masukan yang diperoleh diantaranya adalah:

  1. Perlu dilakukan kegiatan ini secara berulang sehingga masyarakat dapat lebih memahami dan mulai mengembangkan usaha produksi pangan berbahan dasar kelor;
  2. Perlu dilanjutkan kegiatan pembinaan dan pendampingan serta evaluasi kegiatan, sehingga lebih dikembangkan lagi menjadi produk pangan yang bergizi tinggi dan memiliki nilai ekonomis yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan ini sangat memberikan manfaat bagi Kelompok Tani “Sejahtera Bersama”, masyarakat Desa Otan dan Pusat Unggulan IPTEK secara khusus dalam mengembangkan Pusat Unggulan yang berkualitas di masa yang akan datang.